Tentukan Trend Dengan Simple Moving Average (SMA)

Moving average (MA) atau rata-rata bergerak merupakan indikator yang paling sering digunakan dan paling standar. Moving average sendiri memiliki aplikasi yang sangat luas meskipun sederhana. Dikatakan sederhana karena pada dasarnya metode ini hanyalah pengembangan dari metode rata-rata yang biasa kita kenal.

Moving average mempunyai beberapa varian yang berbeda diantara nya: Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA) dan Exponential Moving Average (EMA). Masing-masing merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara me-rata-ratakannya yang berbeda satu sama lain.

Simple Moving Average adalah Moving Average paling sederhana dan tidak menggunakan pembobotan dalam perhitungan terhadap pergerakan closing price.


Dalam menentukan arah trend biasa nya digunakan dua buah SMA atau lebih, seperti di tunjukan pada gambar di atas yang menggunakan SMA20 dan SMA100, jika SMA yang lebih kecil berada ada di bawah SMA yang lebih besar maka di katakan uptrend dan sebalik nya jika SMA yang lebih kecil berada di atas SMA yang lebih besar maka di katakan downtrend.

Selain itu SMA juga bisa digunakan untuk entry dan exit dalam trading, pada saat SMA yang lebih kecil memotong SMA yang lebih besar atau di sebut golden cross seperti pada titik B gambar di atas, maka itu saatnya entry. Begitu pula sebaliknya paada saat SMA yang lebih besar memotong SMA yang lebih kecil (dead cross) seperti pada titik A maka saatnya exit.

Meskipun demikian salah satu kelemahan SMA adalah bersifat Laging atau terlambat.